Minggu, 11 September 2011

KEUTAMAAN MEMBACA AL-QURAN

Bismillahirrahmanirrahiim

Assalamualaikum wr.wb

Innalhamdalillah Nahmaduhu wanasta`inuhu wanastagfiruhu wanaudzubillahiminsyuruuri Anfusina waminsyayyiaati `amalina Manyyahdillah falaamudillalah wamanyudlilfalahadiyalahu

Asyhadu ala ilaha ilallah wahdahullah syarikalah wa asyhadu anna muhammadan abduhu wa rasuluh laa nabiyya ba'da.

Allahummasholli wa salim Ala sayyidina wa habibina wa syafi'ina wa maulana Muhammad wa ala alihi wa ashabihi wa anit tabi'in wa tabiut tabi'in bi ihsani ila yaumiddin

qolallahu ta'ala fi Qur'anil Kariem
audzubillahiminasysyithon nirrojiemm
“Wanu-nazzilu min al-Qur'ân mâ huwa syifâu[n] wa rahmat[un] li al-Mu'minîn wa laa yaziiduzh zhoolimiina illa khosaaroo”
Shodaqallahul adziem

Segala puja dan puji syukur bagi Allah SWT Rabb semesta alam,
Yang telah memberikan kita bermacam-macam nikmat yg ditidak terhitung jumlahnya.
Diantaranya yang nikmat terbesar adalah nikmat iman, nikmat Islam dan nikmat Sehat.

Sholawat dan salam kita haturkan kepada baginda Nabi Besar Muhammad SAW beserta para keluarga,shahabat, tabi’in ,tabiut tabiin dan umatnya yg senantiasa mengikuti ajarannya hingga yaumil akhir

Jamah sholat tarawih yg di rahmati Allah

Bulan Ramadhan disebut juga sebagai bulannya Al Quran atau Syahrul Quran, karena pada bulan ramadhan lah Al Quran diturunkan. Bulan Ramadhan biasa digunakan Rasulullah untuk bertadarus Al-Qur’an dengan Malaikat Jibril.

Ada sebuah kisah tentang keutamaan membaca AlQuran
Seorang muslim tua Amerika tinggal di sebuah perkebunan/area di sebelah timur Pegunungan Kentucky bersama cucu laki-lakinya. Setiap pagi Sang kakek bangun pagi dan duduk dekat perapian membaca Al-qur’an. Sang cucu ingin menjadi seperti kakeknya dan mencoba menirunya seperti yang disaksikannya setiap hari.Suatu hari ia bertanya pada kakeknya
“ Kakek, aku coba membaca Al-Qur’an sepertimu tapi aku tak bisa memahaminya, dan walaupun ada sedikit yang aku pahami segera aku lupa begitu aku selesai membaca dan menutupnya. Jadi apa gunanya membaca Al-quran jika tak memahami artinya ?”
Sang kakek dengan tenang sambil meletakkan batu-batu di perapian, menjawab pertanyaan sang cucu,
“Cobalah ambil sebuah keranjang batu ini dan bawa ke sungai, dan bawakan aku kembali dengan sekeranjang air.”
Anak itu mengerjakan seperti yang diperintahkan kakeknya, tetapi semua air yang dibawa habis sebelum dia sampai di rumah. Kakek tersebut tertawa dan berkata,
“Kamu harus berusaha lebih cepat lain kali.”
Kakek itu meminta cucunya untuk kembali ke sungai bersama keranjangnya untuk mencoba lagi. Kali ini anak itu berlari lebih cepat, tapi lagi-lagi keranjangnya kosong sebelum sampai di rumah.Dengan terengah-engah dia mengatakan kepada kakeknya, tidak mungkin membawa sekeranjang air dan dia pergi untuk mencari sebuah ember untuk mengganti keranjangnya.Kakek berkata,
“Aku tidak ingin seember air, aku ingin sekeranjang air. Kamu harus mencoba lagi lebih keras. ”
dan dia pergi ke luar untuk menyaksikan cucunya mencoba lagi. Pada saat itu, anak itu tahu bahwa hal ini tidak mungkin, tapi dia ingin menunjukkan kepada kakeknya bahwa meskipun dia berlari secepat mungkin, air tetap akan habis sebelum sampai di rumah. Anak itu kembali mengambil dan mencelupkan keranjangnya ke sungai dan kemudian berusaha berlari secepat mungkin, tapi ketika sampai di depan kakeknya, keranjang itu kosong lagi. Dengan terengah-engah, ia berkata :
”Kakek, ini tidak ada gunanya. Sia-sia saja”.
Sang kakek menjawab :
“Nak, mengapa kamu berpikir ini tak ada gunanya?. Coba lihat dan perhatikan baik-baik keranjang itu.”
Anak itu memperhatikan keranjangnya dan baru ia menyadari bahwa keranjangnya nampak sangat berbeda. Keranjang itu telah berubah dari sebuah keranjang batu yang kotor, dan sekarang menjadi sebuah keranjang yang bersih, luar dan dalam. ”
Cucuku, apa yang terjadi ketika kamu membaca Qur’an? Boleh jadi kamu tidak mengerti ataupun tak memahami sama sekali, tapi ketika kamu membacanya, tanpa kamu menyadari kamu akan berubah, luar dan dalam.
===============
Jamah sholat tarawih yg di rahmati Allah

Allah SWT berfirman “Dan Kami turunkan dari Al Quran suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Al Quran itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim selain kerugian”(QS.Al-Isra:82)

Berdasarkan ayat Al Quran Surat Al-Isra ayat 82, Salah satu sebutan Al Quran adalah al-syifâ, Secara bahasa, kata al-syifâ' berarti al-dawâ' (obat). Yakni mâ yubri' min al-saqam (segala sesuatu yang membebaskan dari sakit). Demikian penjelasan Ibnu Manzhur dalam Lisân al-'Arab.

Nabi saw. Bersabda, “Sesungguhnya hati bisa berkarat dan untuk
menyucikannya adalah dengan membaca Alquran, mengingat kematian, dan
menghadiri majelis-majelis zikir.”

Dari Abu Musa Al-Asy’ari berkata:
Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam bersabda: “Perumpamaan orang mukmin yang membaca Al-Quran bagaikan buah limau, baunya harum dan rasanya lezat. Dan perumpamaan orang mukmin yang tidak membaca Al-Quran bagaikan buah kurma, rasanya lezat dan tidak berbau. Dan perumpamaan orang munafik yang membaca Al-Quran bagaikan buah raihnah, baunya harum dan rasanya pahit. Dan perumpamaan orang munafik yang tidak membaca Al-Quran bagaikan buah hanzholah, tidak berbau dan rasanya pahit.” Muttafaqun Alaih.

Ibnu Katsir menyata-kan bahwa Alquran menghi-langkan segala penyakit dalam hati, seperti keraguan, kemuna-fikan, kesyirikan, penyelewengan dan penyimpangan. Alquran mengobati semua penyakit itu. Tidak jauh berbeda, al-Nasafi juga menegaskan bahwa Alqur-an merupakan obat bagi amrâdh al-qulûb (penyakit-penyakit hati).

Sunan Bonang pun dalam syair lagu cipataannya “Tombo Ati” , menyebutkan bahwa membaca Al Quran merupakan salah satu obat hati. Seperti yang dinyanyikan oleh Opick “Tombo ati iku limo perkorone, Kaping pisan moco Qur’an lan maknane”.

Demikianlah penjelasan tentang Al Quran sebagai syifa’. Baik itu dari ayat Al Quran itu sendiri, Hadits Nabi maupun penjelasan para ulama.

Mari saudaraku, kita arahkan aktifitas harian kita untuk lebih dekat dengan Al-Qur’an. Yang belum bisa membaca, berusaha supaya segera bisa membaca. Yang sudah bisa baca, rutinkan membacanya setiap hari. Yang sudah rutin membaca, tingkatkan dengan mengetahui makna-maknanya, dan seterusnya.

Allahu’alam bishshowab.
Subhanakallahumma wa bihamdika Asyhaduala ilaha ila Anta Astahfiruka wa Atubu ilaik.
Alhaqqu mirrabik, wal afwan minkum
Wassalamu’alaikum wr.wb.

disampaikan di Musholla Syifa'ul Qulub, 17 agustus 2011.
perumahan puri duren asri 3, jatiasih bekasi.

Tidak ada komentar: