Assalamualaikum wr.wb
Bismillahirrahmanirrahim
Alhamdulillah.
Alhamdulillahilladzi ‘adada kholqihi wa ridho nafsihi wa zinata arsyihi wa midada kalimatih
Asyhadu ala ilaha ilallah wahdahullah syarikalah wa asyhadu anna muhammadan abduhu wa rasuluh laa nabiyya ba'da
Allahummasholli wa salim Ala sayyidina wa habibina wa syafi'ina wa maulana Muhammad wa ala alihi wa ashabihi wa anit tabi'in wa tabiut tabi'in bi ihsani ila yaumiddin.
qolallahu ta'ala fi Qur'anil Kariem:
audzubillahiminasysyithon nirrojiemm
Alladzii na yunfiquuna fis saarroi wadh dhorroo I wal kazhimiinal ghoizho wal ‘aa fiina ‘aninnaas, wallahu yuhibbul muhsiniin.
Amma ba'du
Segala puja puji bagi Allah SWT Rabb semesta alam,
Atas izinNya kita bisa hadir untuk melaksanakan sholat zhuhur berjamaah di masjid nurul falah ini,
banyak sekali nikmat yg diberikan kepada kita diantaranya yg terbesar adalah nikmat Iman, Islam, serta nikmat sehat.
Sholawat dan salam kita haturkan kepada baginda Nabi Besar Muhammad SAW beserta para keluarga,shahabat, tabi’in ,tabiut tabiin dan umatnya yg senantiasa mengikuti ajarannya hingga yaumil akhir.
Jamaah sholat zuhur yang dirahmati Allah
Setelah menjalankan puasa di Bulan Ramadhan,tibalah bulan Syawal di mana hari kemenangan tiba. Idul Fitri itu hanya milik orang yang menjalankan ibadah puasa di bulan ramadhan,karena bagaimana mungkin kemenangan diberikan kepada mereka yang tidak melakukan perjuangan. Berjuang menahan haus dan lapar, berjuang menahan amarah, dan perjuangan lainnya.
Di bulan syawal yg artinya adalah peningkatan ini. Allah SWT masih memberikan kesempatan ibadah puasa tambahan, yaitu puasa sunah selam enam hari di bulan syawal.
Rasullulah SAW :
"Barangsiapa yang berpuasa di bulan ramadhan,dan diiringi dengan puasa enam hari di bulan Syawal,maka ia seperti berpuasa satu tahun penuh.."( HR Muslim )
jadi apabila kita puasa ramadhan dan dilanjutkan puasa syawal setiap tahunnya di sisa umur kita, maka seolah-olah kita berpuasa sepanjang hayat dari sisa hidup kita. Allahu’alam…
salah satu tujuan disyariatkannya puasa adalah supaya kita mencapai derajat taqwa, sesuai dengan firman Allah SWT Surat Al-Baqarah Ayat 183.” Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa”
Dan diantara ciri orang bertakwa adalah seperti firman Allah SWT Surat Ali Imran Ayat 134 yg artinya “(yaitu)orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.”
Dalam kultum kali ini akan kami coba bahas mengenai salah satu ciri orang bertakwa yaitu yaitu Menahan Amarah.
Jamaah sholat zuhur yang dirahmati Allah
Di filipina ada suatu restoran yang khusus menyediakan ruangan bagi para pelanggannya untuk melampiaskan atau menumpahkan amarahnya. Disana disediakan piring, gelas, perabot rumah tangga, televisi tua, dan lain-lain. Para pelanggan melemparkan barang pecah belah tersebut ke tembok kemarahan yang sambil mengumpat sepuas-puasnya.
Rasa marah merupakan bagian dari tabi’at manusia yang pasti ada yang tidak mungkin bisa dihilangkan dari perasaan manusia.
Tapi bagaimana Islam mengaturnya? Islam sebagai agama yang syamil mutakamil memberikan solusi dalam hal amarah yg menjadi salah satu tabiat manusia.
Jamaah sholat zuhur yang dirahmati Allah
Diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ada seorang lelaki berkata kepada Nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam, “Berilah saya nasihat” Beliau shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Jangan marah” Lelaki itu terus mengulang-ulang permintaannya dan beliau tetap menjawab, “Jangan marah” (HR. Bukhari).
Imam Nawawi rohimahulloh mengatakan, “Makna jangan marah yaitu janganlah kamu tumpahkan kemarahanmu. Larangan ini bukan tertuju kepada rasa marah itu sendiri. Karena pada hakikatnya marah adalah tabi’at manusia, yang tidak mungkin bisa dihilangkan dari perasaan manusia”.
Rasulullah SAW bersabda: “Barang siapa yang dapat menahan marahnya, padahal ia kuasa untuk melampiaskan marahnya itu, maka Allah akan memenuhi hatinya dengan iman dan rasa aman ketenangan” (HR. Abu Dawud)
Dalam Sabdanya yang lain: “Sesungguhnya marah itu datangnya dari syetan, dan syetan itu dijadikan dari api, dan yang dapat memadamkan api itu hanyalah air, maka apabila seseorang dalam keadaan marah hendaklah ia segera wudhu” (HR Ahmad dan Abu Dawud)
Manusia diciptakan dari tanah dan Tabiat tanah sendiri adalah diam dan tenang, sementara syetan diciptakan dari api dan tabiat api adalah bergejolak, menyala, bergerak, dan berguncang.”
Aisyah Radhiyallahu ‘anha berkata, “Rasulullah Shalallahu ‘‘Alaihi wa Sallam tidak pernah marah jika disakiti. Tetapi jika hukum Allah dilanggar, maka beliau akan marah karena Allah.”{HR. Muslim (6195) & Ahmad (25200)}.
Jamaah sholat zuhur yang dirahmati Allah
Dikisahkan bahwa, pada suatu ketika terjadilah peperangan antara kaum muslim dan kaum kafir Quraisy. Sayidina Ali pun tidak ketinggalan dalam peperangan itu. Beliau berhadapan dengan seorang kafir yang cukup kuat. Walaupun demikian, beliau mampu merobohkan musuh. Musuh pun menyadari bahwa dirinya akan mati, karena pastilah Ali segera membunuhnya.
Pada kesempatan itu ia gunakan untuk menghina dan meludahi Ali. Inilah kesempatan terakhir untuk melawan dan membela diri walaupun akhirnya ia akan mati juga. Orang kafir itu segera mencaci dan meludahi Ali dan tepat mengenai mukanya yang mulia.
Dengan segera Ali menghentikan dan menarik pedangnya, dan segera ia menyarungkannya. Melihat kejadian aneh itu, musuh pun terheran-heran,
kemudian bertanya: “Wahai Ali, kenapa engkau tidak jadi membunuhku?”.
Sayyidina Ali menjawab: “Aku takut membunuhmu karena ludah”.
Sayidina Ali berpandangan bahwa perang itu adalah untuk menegakkan agama Allah, jangan sampai dicampuri dengan hawa nafsu dan dendam kusumat. Beliau tidak mau mengotori agama dengan melampiaskan hawa nafsu.
Mendengar jawaban Ali yang begitu bersahaja, orang kafir tersebut tergugah dan terharu. Dan berkatalah dalam hatinya: “Ini adalah perang yang suci”, sehingga dia segera menghampiri Saiyidina Ali. Dengan berlinang air mata, orang kafir itu berkata: “Aku beriman kepada agama yang mulia”. Orang kafir itu masuk Islam seketika, dan kemudian bergabung dalam barisan kaum muslimin untuk jihad fisabilillah. Subhanallah, begitu mulianya akhlak dan keimanan saiyidina Ali. Dalam keadaan perang pun ia dapat mengendalikan marahnya.
Jamaah sholat zuhur yang dirahmati Allah
Adapula kisah tentang seseorang yg tidak dapat menahan amarahnya. Kisah ini terjadi di negeri jiran, (kalau tidak salah antara singapura atau Malaysia).
Seorang Ayah memiliki seorang putera, selayaknya anak-anak umumnya. puteranya tersebut termasuk anak yang aktif.
Pada suatu hari sang anak mulai dapat menggambar, mulailah dia menggambar diatas kertas, papan tulis, Tidak ketinggalan tembok pun ia gambar.
Tiap kali selesai menggambar sang anak pun selalu dengan gembira dan antusias memberitahukan kepada orang tuanya.
Disinilah diuji kesabaran si orang tua tersebut, bayangkan rumah yg dicat dengan bagus tiba-tiba penuh coret-coretan, tetapi orang tua dari anak tersebut masih bisa bersabar. Dan memberitahukan kepada sang anak untuk tidak menggambar di atas tembok lagi.
Suatu ketika sang ayah membeli mobil keluaran terbaru karena hasil kerja kerasnya di kantor. Suatu hari mobil yg masih gress tersebut di parkir di rumah, dan sang anak pun dengan maksud ingin memberikan kejutan kepada sang ayah dengan menggambar di body mobil yg masih baru tersebut.
Sayang sekali yang digunakan oleh anak tersebut adalah paku, sehingga body dari mobil yg masih baru tersebut menjadi tergores dan lecet-lecet.
Coba kita bayangkan punya mobil baru, dihari pertama sudah penuh dengan lecet dan goresan dari paku. Hampir dipastikan kita jadi kesal bukan kepayang.
Pada malam harinya si ayah pun pulang dalam keadaan lelah sepulang dari kantor dan pikiran masih cenat-cenut memikirkan pekerjaan kantor. Tiba-tiba dia melihat mobil barunya tersebut dalam keadaan penuh dengan goresan dan lecet-lecet, dalam sekejap raut wajahnya pun berubah dengan amarah yg sudah di ubun-ubun.
Dia pun mendatangi puteranya tersebut dan memarahinya, sang anak pun cukup dengan melihat raut wajah ayahnya sudah ketakutan dengan sangat.
Ditambah lagi dengan omelan-omelan dari sang ayah membuat si anak bertambah takutlah. “ampun ayah, ampun …..ade gak akan mengulangi lagi…ampun ayahhh”, itu lah teriak si anak. karena sudah marah dengan sangat, setelah mengomeli puteranya tersebut, si ayah menambahkannya dengan memukulkan tangan puteranya dengan sebuah bunga dari pot yg spontan ia cabut untuk memukul tangan puteranya.
Ia pukul berkali-kali, mungkin karena sangking takutnya si anak pun pingsan. Karena melihat anaknya pingsan tersadarlah si ayah dan kemudian pergi kerumah sakit untuk mengobati puteranya.
Malang nian nasib anaknya tersebut, walaupun hanya dipukul dengan bunga, tetapi ternyata bunga tersebut durinya mengandung racun. Dan racunnya sudah menginfeksi di kedua tangan anaknya.
Dan satu-satunya cara untuk menghindari agar racun tersebut tidak menyebar lebih jauh lagi adalah dengan mengamputasi pergelangan tangan.
Jamaah sholat zuhur yang dirahmati Allah
Kita bisa bayangkan orang yg kita cintai dan sayangi anak darah daging kita di depan mata kita diamputasi dikarenakan kesalahan kita.
Setelah sadar pasca operasi amputasi, si anak pun terbangun dan melihat bahwa kedua tangannya sebatas pergelangan tangan sudah tidak ada. dan si anak pun menangis sambil mengucap “ ayah ampun ayah…..ade gak akan menggambar di mobil ayah lagi….ayah ampun ayah…kembalikan tangan ade…ade gak akan mengulangi lagi…”
Jamaah sholat zuhur yang dirahmati Allah
Itulah salah satu kisah tentang Marah yg dapat membawa malapetaka. Orang sedang marah dikuasai hawa nafsu dan setan. Pikirannya menjadi tidak jernih, tidak bersih. Akalnya menjadi tidak berfungsi normal. Bila manusia marah maka setan bisa mempermainkannya seperti anak-anak mempermainkan kelereng atau bola. Orang marah adalah orang yang sangat lemah di hadapan setan.
DR. Aidh bin Abdullah Al-Qarni mengatakan, Berhati-hatilah terhadap keributan, karena ia sangat melelahkan. Jauhilah sikap mencerca dan mencela, karena ia sangat menyiksa.
Dahulu ada juga seorang lelaki yang datang menemui Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam“Wahai Rosululloh, ajarkanlah kepada saya sebuah ilmu yang bisa mendekatkan saya ke surga dan menjauhkan dari neraka”. Maka beliau shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Jangan tumpahkan kemarahanmu. Niscaya surga akan kau dapatkan” (HR. Thobrani, Shohih)
Syaikh Muhammad bin Shalih Al ‘Utsaimin rohimahulloh mengatakan, “Bukanlah maksud beliau adalah melarang memiliki rasa marah. Karena rasa marah itu bagian dari tabi’at manusia yang pasti ada. Akan tetapi maksudnya ialah kuasailah dirimu ketika muncul rasa marah. Supaya kemarahanmu itu tidak menimbulkan dampak yang tidak baik. Sesungguhnya kemarahan adalah bara api yang dilemparkan oleh syaithan ke dalam lubuk hati bani Adam. Oleh sebab itulah anda bisa melihat kalau orang sedang marah maka kedua matanya pun menjadi merah dan urat lehernya menonjol dan menegang. Bahkan terkadang rambutnya ikut rontok dan berjatuhan akibat luapan marah. Dan berbagai hal lain yang tidak terpuji timbul di belakangnya. Sehingga terkadang pelakunya merasa sangat menyesal atas perbuatan yang telah dia lakukan”.
Jamaah sholat zuhur yang dirahmati Allah
Rasulullah shollallohu ‘alaihi wa sallam juga pernah menasihatkan, “Apabila salah seorang dari kalian marah dalam kondisi berdiri maka hendaknya dia duduk. Kalau marahnya belum juga hilang maka hendaknya dia berbaring”(HR. Ahmad).
Syaikh Wahiid Baali hafizhohulloh seorang ulama dari Mesir, menyebutkan beberapa tips untuk menanggulangi marah. Diantaranya ialah :
(1) Membaca ta’awudz yaitu, “A’udzubillahi minasy syaithanir rajiim”.
(2) Mengingat besarnya pahala orang yang bisa menahan luapan marahnya
(3) Mengambil sikap diam, tidak berbicara
(4) Duduk atau berbaring
(5) Memikirkan betapa jelek penampilannya apabila sedang dalam keadaan marah
(6) Mengingat agungnya balasan bagi orang yang mau memaafkan kesalahan orang yang bodoh
(7) Meninggalkan berbagai bentuk celaan, makian, tuduhan, laknat dan cercaan karena itu semua termasuk perangai orang-orang bodoh.
Jamaah sholat zuhur yang dirahmati Allah
Semoga kita semua bisa MENAHAN AMARAH, BERDAMAI dan MEMAAFKAN...
Allahu’alam bishshowab.
Subhanakallahumma wa bihamdika Asyhaduala ilaha ila Anta Astahfiruka wa Atubu ilaik.
Alhaqqu mirrabik, wal afwan minkum
Wassalamu’alaikum wr.wb.
disampaikan di Masjid Nurul Falah, 12 Sept 2011 / 13 Syawal 1432H
PT. Indonesia Power UBP Priok.
Imam Asy-Syafi’i berkata: “Ilmu adalah hewan buruan, dan menulis itu adalah ikatannya. Ikatlah buruan kamu -yakni ilmu – dengan tali yang kuat – yakni menuliskannya".
Minggu, 11 September 2011
KEUTAMAAN MEMBACA AL-QURAN
Bismillahirrahmanirrahiim
Assalamualaikum wr.wb
Innalhamdalillah Nahmaduhu wanasta`inuhu wanastagfiruhu wanaudzubillahiminsyuruuri Anfusina waminsyayyiaati `amalina Manyyahdillah falaamudillalah wamanyudlilfalahadiyalahu
Asyhadu ala ilaha ilallah wahdahullah syarikalah wa asyhadu anna muhammadan abduhu wa rasuluh laa nabiyya ba'da.
Allahummasholli wa salim Ala sayyidina wa habibina wa syafi'ina wa maulana Muhammad wa ala alihi wa ashabihi wa anit tabi'in wa tabiut tabi'in bi ihsani ila yaumiddin
qolallahu ta'ala fi Qur'anil Kariem
audzubillahiminasysyithon nirrojiemm
“Wanu-nazzilu min al-Qur'ân mâ huwa syifâu[n] wa rahmat[un] li al-Mu'minîn wa laa yaziiduzh zhoolimiina illa khosaaroo”
Shodaqallahul adziem
Segala puja dan puji syukur bagi Allah SWT Rabb semesta alam,
Yang telah memberikan kita bermacam-macam nikmat yg ditidak terhitung jumlahnya.
Diantaranya yang nikmat terbesar adalah nikmat iman, nikmat Islam dan nikmat Sehat.
Sholawat dan salam kita haturkan kepada baginda Nabi Besar Muhammad SAW beserta para keluarga,shahabat, tabi’in ,tabiut tabiin dan umatnya yg senantiasa mengikuti ajarannya hingga yaumil akhir
Jamah sholat tarawih yg di rahmati Allah
Bulan Ramadhan disebut juga sebagai bulannya Al Quran atau Syahrul Quran, karena pada bulan ramadhan lah Al Quran diturunkan. Bulan Ramadhan biasa digunakan Rasulullah untuk bertadarus Al-Qur’an dengan Malaikat Jibril.
Ada sebuah kisah tentang keutamaan membaca AlQuran
Seorang muslim tua Amerika tinggal di sebuah perkebunan/area di sebelah timur Pegunungan Kentucky bersama cucu laki-lakinya. Setiap pagi Sang kakek bangun pagi dan duduk dekat perapian membaca Al-qur’an. Sang cucu ingin menjadi seperti kakeknya dan mencoba menirunya seperti yang disaksikannya setiap hari.Suatu hari ia bertanya pada kakeknya
“ Kakek, aku coba membaca Al-Qur’an sepertimu tapi aku tak bisa memahaminya, dan walaupun ada sedikit yang aku pahami segera aku lupa begitu aku selesai membaca dan menutupnya. Jadi apa gunanya membaca Al-quran jika tak memahami artinya ?”
Sang kakek dengan tenang sambil meletakkan batu-batu di perapian, menjawab pertanyaan sang cucu,
“Cobalah ambil sebuah keranjang batu ini dan bawa ke sungai, dan bawakan aku kembali dengan sekeranjang air.”
Anak itu mengerjakan seperti yang diperintahkan kakeknya, tetapi semua air yang dibawa habis sebelum dia sampai di rumah. Kakek tersebut tertawa dan berkata,
“Kamu harus berusaha lebih cepat lain kali.”
Kakek itu meminta cucunya untuk kembali ke sungai bersama keranjangnya untuk mencoba lagi. Kali ini anak itu berlari lebih cepat, tapi lagi-lagi keranjangnya kosong sebelum sampai di rumah.Dengan terengah-engah dia mengatakan kepada kakeknya, tidak mungkin membawa sekeranjang air dan dia pergi untuk mencari sebuah ember untuk mengganti keranjangnya.Kakek berkata,
“Aku tidak ingin seember air, aku ingin sekeranjang air. Kamu harus mencoba lagi lebih keras. ”
dan dia pergi ke luar untuk menyaksikan cucunya mencoba lagi. Pada saat itu, anak itu tahu bahwa hal ini tidak mungkin, tapi dia ingin menunjukkan kepada kakeknya bahwa meskipun dia berlari secepat mungkin, air tetap akan habis sebelum sampai di rumah. Anak itu kembali mengambil dan mencelupkan keranjangnya ke sungai dan kemudian berusaha berlari secepat mungkin, tapi ketika sampai di depan kakeknya, keranjang itu kosong lagi. Dengan terengah-engah, ia berkata :
”Kakek, ini tidak ada gunanya. Sia-sia saja”.
Sang kakek menjawab :
“Nak, mengapa kamu berpikir ini tak ada gunanya?. Coba lihat dan perhatikan baik-baik keranjang itu.”
Anak itu memperhatikan keranjangnya dan baru ia menyadari bahwa keranjangnya nampak sangat berbeda. Keranjang itu telah berubah dari sebuah keranjang batu yang kotor, dan sekarang menjadi sebuah keranjang yang bersih, luar dan dalam. ”
Cucuku, apa yang terjadi ketika kamu membaca Qur’an? Boleh jadi kamu tidak mengerti ataupun tak memahami sama sekali, tapi ketika kamu membacanya, tanpa kamu menyadari kamu akan berubah, luar dan dalam.
===============
Jamah sholat tarawih yg di rahmati Allah
Allah SWT berfirman “Dan Kami turunkan dari Al Quran suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Al Quran itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim selain kerugian”(QS.Al-Isra:82)
Berdasarkan ayat Al Quran Surat Al-Isra ayat 82, Salah satu sebutan Al Quran adalah al-syifâ, Secara bahasa, kata al-syifâ' berarti al-dawâ' (obat). Yakni mâ yubri' min al-saqam (segala sesuatu yang membebaskan dari sakit). Demikian penjelasan Ibnu Manzhur dalam Lisân al-'Arab.
Nabi saw. Bersabda, “Sesungguhnya hati bisa berkarat dan untuk
menyucikannya adalah dengan membaca Alquran, mengingat kematian, dan
menghadiri majelis-majelis zikir.”
Dari Abu Musa Al-Asy’ari berkata:
Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam bersabda: “Perumpamaan orang mukmin yang membaca Al-Quran bagaikan buah limau, baunya harum dan rasanya lezat. Dan perumpamaan orang mukmin yang tidak membaca Al-Quran bagaikan buah kurma, rasanya lezat dan tidak berbau. Dan perumpamaan orang munafik yang membaca Al-Quran bagaikan buah raihnah, baunya harum dan rasanya pahit. Dan perumpamaan orang munafik yang tidak membaca Al-Quran bagaikan buah hanzholah, tidak berbau dan rasanya pahit.” Muttafaqun Alaih.
Ibnu Katsir menyata-kan bahwa Alquran menghi-langkan segala penyakit dalam hati, seperti keraguan, kemuna-fikan, kesyirikan, penyelewengan dan penyimpangan. Alquran mengobati semua penyakit itu. Tidak jauh berbeda, al-Nasafi juga menegaskan bahwa Alqur-an merupakan obat bagi amrâdh al-qulûb (penyakit-penyakit hati).
Sunan Bonang pun dalam syair lagu cipataannya “Tombo Ati” , menyebutkan bahwa membaca Al Quran merupakan salah satu obat hati. Seperti yang dinyanyikan oleh Opick “Tombo ati iku limo perkorone, Kaping pisan moco Qur’an lan maknane”.
Demikianlah penjelasan tentang Al Quran sebagai syifa’. Baik itu dari ayat Al Quran itu sendiri, Hadits Nabi maupun penjelasan para ulama.
Mari saudaraku, kita arahkan aktifitas harian kita untuk lebih dekat dengan Al-Qur’an. Yang belum bisa membaca, berusaha supaya segera bisa membaca. Yang sudah bisa baca, rutinkan membacanya setiap hari. Yang sudah rutin membaca, tingkatkan dengan mengetahui makna-maknanya, dan seterusnya.
Allahu’alam bishshowab.
Subhanakallahumma wa bihamdika Asyhaduala ilaha ila Anta Astahfiruka wa Atubu ilaik.
Alhaqqu mirrabik, wal afwan minkum
Wassalamu’alaikum wr.wb.
disampaikan di Musholla Syifa'ul Qulub, 17 agustus 2011.
perumahan puri duren asri 3, jatiasih bekasi.
Assalamualaikum wr.wb
Innalhamdalillah Nahmaduhu wanasta`inuhu wanastagfiruhu wanaudzubillahiminsyuruuri Anfusina waminsyayyiaati `amalina Manyyahdillah falaamudillalah wamanyudlilfalahadiyalahu
Asyhadu ala ilaha ilallah wahdahullah syarikalah wa asyhadu anna muhammadan abduhu wa rasuluh laa nabiyya ba'da.
Allahummasholli wa salim Ala sayyidina wa habibina wa syafi'ina wa maulana Muhammad wa ala alihi wa ashabihi wa anit tabi'in wa tabiut tabi'in bi ihsani ila yaumiddin
qolallahu ta'ala fi Qur'anil Kariem
audzubillahiminasysyithon nirrojiemm
“Wanu-nazzilu min al-Qur'ân mâ huwa syifâu[n] wa rahmat[un] li al-Mu'minîn wa laa yaziiduzh zhoolimiina illa khosaaroo”
Shodaqallahul adziem
Segala puja dan puji syukur bagi Allah SWT Rabb semesta alam,
Yang telah memberikan kita bermacam-macam nikmat yg ditidak terhitung jumlahnya.
Diantaranya yang nikmat terbesar adalah nikmat iman, nikmat Islam dan nikmat Sehat.
Sholawat dan salam kita haturkan kepada baginda Nabi Besar Muhammad SAW beserta para keluarga,shahabat, tabi’in ,tabiut tabiin dan umatnya yg senantiasa mengikuti ajarannya hingga yaumil akhir
Jamah sholat tarawih yg di rahmati Allah
Bulan Ramadhan disebut juga sebagai bulannya Al Quran atau Syahrul Quran, karena pada bulan ramadhan lah Al Quran diturunkan. Bulan Ramadhan biasa digunakan Rasulullah untuk bertadarus Al-Qur’an dengan Malaikat Jibril.
Ada sebuah kisah tentang keutamaan membaca AlQuran
Seorang muslim tua Amerika tinggal di sebuah perkebunan/area di sebelah timur Pegunungan Kentucky bersama cucu laki-lakinya. Setiap pagi Sang kakek bangun pagi dan duduk dekat perapian membaca Al-qur’an. Sang cucu ingin menjadi seperti kakeknya dan mencoba menirunya seperti yang disaksikannya setiap hari.Suatu hari ia bertanya pada kakeknya
“ Kakek, aku coba membaca Al-Qur’an sepertimu tapi aku tak bisa memahaminya, dan walaupun ada sedikit yang aku pahami segera aku lupa begitu aku selesai membaca dan menutupnya. Jadi apa gunanya membaca Al-quran jika tak memahami artinya ?”
Sang kakek dengan tenang sambil meletakkan batu-batu di perapian, menjawab pertanyaan sang cucu,
“Cobalah ambil sebuah keranjang batu ini dan bawa ke sungai, dan bawakan aku kembali dengan sekeranjang air.”
Anak itu mengerjakan seperti yang diperintahkan kakeknya, tetapi semua air yang dibawa habis sebelum dia sampai di rumah. Kakek tersebut tertawa dan berkata,
“Kamu harus berusaha lebih cepat lain kali.”
Kakek itu meminta cucunya untuk kembali ke sungai bersama keranjangnya untuk mencoba lagi. Kali ini anak itu berlari lebih cepat, tapi lagi-lagi keranjangnya kosong sebelum sampai di rumah.Dengan terengah-engah dia mengatakan kepada kakeknya, tidak mungkin membawa sekeranjang air dan dia pergi untuk mencari sebuah ember untuk mengganti keranjangnya.Kakek berkata,
“Aku tidak ingin seember air, aku ingin sekeranjang air. Kamu harus mencoba lagi lebih keras. ”
dan dia pergi ke luar untuk menyaksikan cucunya mencoba lagi. Pada saat itu, anak itu tahu bahwa hal ini tidak mungkin, tapi dia ingin menunjukkan kepada kakeknya bahwa meskipun dia berlari secepat mungkin, air tetap akan habis sebelum sampai di rumah. Anak itu kembali mengambil dan mencelupkan keranjangnya ke sungai dan kemudian berusaha berlari secepat mungkin, tapi ketika sampai di depan kakeknya, keranjang itu kosong lagi. Dengan terengah-engah, ia berkata :
”Kakek, ini tidak ada gunanya. Sia-sia saja”.
Sang kakek menjawab :
“Nak, mengapa kamu berpikir ini tak ada gunanya?. Coba lihat dan perhatikan baik-baik keranjang itu.”
Anak itu memperhatikan keranjangnya dan baru ia menyadari bahwa keranjangnya nampak sangat berbeda. Keranjang itu telah berubah dari sebuah keranjang batu yang kotor, dan sekarang menjadi sebuah keranjang yang bersih, luar dan dalam. ”
Cucuku, apa yang terjadi ketika kamu membaca Qur’an? Boleh jadi kamu tidak mengerti ataupun tak memahami sama sekali, tapi ketika kamu membacanya, tanpa kamu menyadari kamu akan berubah, luar dan dalam.
===============
Jamah sholat tarawih yg di rahmati Allah
Allah SWT berfirman “Dan Kami turunkan dari Al Quran suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Al Quran itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim selain kerugian”(QS.Al-Isra:82)
Berdasarkan ayat Al Quran Surat Al-Isra ayat 82, Salah satu sebutan Al Quran adalah al-syifâ, Secara bahasa, kata al-syifâ' berarti al-dawâ' (obat). Yakni mâ yubri' min al-saqam (segala sesuatu yang membebaskan dari sakit). Demikian penjelasan Ibnu Manzhur dalam Lisân al-'Arab.
Nabi saw. Bersabda, “Sesungguhnya hati bisa berkarat dan untuk
menyucikannya adalah dengan membaca Alquran, mengingat kematian, dan
menghadiri majelis-majelis zikir.”
Dari Abu Musa Al-Asy’ari berkata:
Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam bersabda: “Perumpamaan orang mukmin yang membaca Al-Quran bagaikan buah limau, baunya harum dan rasanya lezat. Dan perumpamaan orang mukmin yang tidak membaca Al-Quran bagaikan buah kurma, rasanya lezat dan tidak berbau. Dan perumpamaan orang munafik yang membaca Al-Quran bagaikan buah raihnah, baunya harum dan rasanya pahit. Dan perumpamaan orang munafik yang tidak membaca Al-Quran bagaikan buah hanzholah, tidak berbau dan rasanya pahit.” Muttafaqun Alaih.
Ibnu Katsir menyata-kan bahwa Alquran menghi-langkan segala penyakit dalam hati, seperti keraguan, kemuna-fikan, kesyirikan, penyelewengan dan penyimpangan. Alquran mengobati semua penyakit itu. Tidak jauh berbeda, al-Nasafi juga menegaskan bahwa Alqur-an merupakan obat bagi amrâdh al-qulûb (penyakit-penyakit hati).
Sunan Bonang pun dalam syair lagu cipataannya “Tombo Ati” , menyebutkan bahwa membaca Al Quran merupakan salah satu obat hati. Seperti yang dinyanyikan oleh Opick “Tombo ati iku limo perkorone, Kaping pisan moco Qur’an lan maknane”.
Demikianlah penjelasan tentang Al Quran sebagai syifa’. Baik itu dari ayat Al Quran itu sendiri, Hadits Nabi maupun penjelasan para ulama.
Mari saudaraku, kita arahkan aktifitas harian kita untuk lebih dekat dengan Al-Qur’an. Yang belum bisa membaca, berusaha supaya segera bisa membaca. Yang sudah bisa baca, rutinkan membacanya setiap hari. Yang sudah rutin membaca, tingkatkan dengan mengetahui makna-maknanya, dan seterusnya.
Allahu’alam bishshowab.
Subhanakallahumma wa bihamdika Asyhaduala ilaha ila Anta Astahfiruka wa Atubu ilaik.
Alhaqqu mirrabik, wal afwan minkum
Wassalamu’alaikum wr.wb.
disampaikan di Musholla Syifa'ul Qulub, 17 agustus 2011.
perumahan puri duren asri 3, jatiasih bekasi.
Minggu, 08 Mei 2011
Kultum ba'da zuhur : Keutamaan Sholat Shubuh Berjamaah
Bismillahirrahmanirrahim,
Imam Ali bin Abi Thalib pernah berkata"undzur maa qoola, walaa tandzur man qoola" yg artinya: lihatlah apa yg dikatakan,dan jangan kau melihat siapa yg mengatakan. dengan mengutip perkataan beliau, saya mencoba memberikan kultum kepada para jamaah sekalian.
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Alhamdulillah.
Alhamdulillahilladzi ‘adada kholqihi wa ridho nafsihi wa zinata arsyihi wa midada kalimatih
Asyhadu ala ilaha ilallah wahdahullah syarikalah wa asyhadu anna muhammadan abduhu wa rasuluh laa nabiyya ba'da
Allahummasholli wa salim Ala sayyidina wa habibina wa syafi'ina wa maulana Muhammad wa ala alihi wa ashabihi wa anit tabi'in wa tabiut tabi'in bi ihsani ila yaumiddin.
Amma ba'du
qolallahu ta'ala fi Qur'anil Kariem:
audzubillahiminasysyithon nirrojiemm
"aqimish sholata li duluuki syamsi ila ghotsakillaili wa qur'anal fajr, inna qur'anal fajri kanaa masyhudaa."
Segala puji bagi Allah SWT Rabb semesta alam,
Puji-pujian sebanyak makhluk ciptaan-Nya, puji-pujian sebanyak keridhoanNya, puji-pujian seberat timbangan Arsy-Nya, puji-pujian sebanyak tinta untuk menulis kalimatNya.
Allah pemilik langit & bumi dan apa2 yg ada diantaranya. Yg meninggikan langit tanpa tiang,yg menegakkan gunung-gunung agar bumi tidak berguncang.
Sholawat dan salam kita haturkan kepada baginda Nabi Besar Muhammad SAW beserta para keluarga,shahabat, tabi’in ,tabiut tabiin dan umatnya yg senantiasa mengikuti ajarannya hingga yaumil akhir.
Allah SWT berfirman "dirikanlah sholat dari sesudah matahari tergelincir sampai gelap malam (dan dirikanlah pula) sholat subuh.sesungguhnya sholat subuh itu disaksikan (oleh Malaikat)"(QS.Al-Isra:78)
jamaah sholat zuhur yg dirahmati Allah.
Dari firman Allah tsb mungkin timbul pertanyaan, Kenapa hanya sholat subuh yg disaksikan malaikat?bukankah sholat yg lain dan amal perbuatan manusia tidak luput dari catatan malaikat?
jamaah sholat zuhur yg dirahmati Allah
dalamayat tersebut tidak boleh langsung ditafsirkan dgn pendekatan mafhum mukhalafah atau pendekatan terbalik.misal,kalau Allah SWT mengatakan bahwa sholat subuh disaksikan malaikat,bukan berarti sholat yg lain tidak disaksikan malaikat.
akan tetapi ada moment khusus pada waktu subuh yaitu dlm suatu hadits yg diriwayatkan oleh Imam Tirmizy,dikatakan bahwa sholat subuh itu disaksikan oleh malaikat malam dan malaikat siang.
jadi dua rombongan malaikat menjadi saksi atas sholat subuh yg dikerjakan seorang hamba.
Dalam hadits lain yg diriwayatkan oleh Imam Bukhari "keutamaan shalat berjamaah dgn sholat sendirian adalah 25 derajat,dan malaikat malam dan malaikat siang berkumpul pada saat sholat subuh".
jamaah sholat zuhur yg dirahmati Allah
keutamaan sholat subuh yg lain seperti Hadits Riwayat Imam Muslim berikut ini:
”Barang siapa yang melaksanakan shalat isya’ secara berjamaah maka ia seperti shalat malam separuh malam. Dan barang siapa melaksanakan shalat subuh secara berjamaah maka ia seperti shalat malam satu malam penuh.”.
sprti diketahui bahwa shalat malam itu adalah ibadah wajib para nabi sebelum turun perintah sholat wajib 5 waktu.
Karena sesuai janji Allah seperti di QS.Al-Israa:79,bahwa org yg mengerjakan shalat tahajud akan diangkat derajatnya ke tmpat yg terpuji.
Jamaah sholat zuhur yg dirahmati Allah,
Masih ingat dengan seorang sahabat Nabi yang tak dapat melihat? Yang karenanya Allah lalu menegur Nabi dan menurunkan surat "A'basa"? Ia adalah Abdullah bin Ummi Maktum Radiallahuanhu. Seorang sosok sahabat yang senantiasa tawadlhu dalam menunaikan kewajibannya sebagai hamba Allah.
jamaah sholat zuhur yg dirahmati Allah
Suatu ketika sahabat Nabi ini menghampiri baginda Rasulullah Saw. Ia hendak meminta izin, untuk tidak mengikuti jama'ah shubuh, karena tak ada yang menuntunnya menuju masjid. Setelah mendengar alasannya, baginda Rasulpun bertanya: "Apakah engkau mendengar adzan?", Abdullah lantas menjawab: "Tentu baginda", "Kalau begitu tidak ada keringanan untukmu", tandas Rasul.
Layaknya hamba Allah yang senantiasa istiqomah dalam menjalankan perintahNya. Abdullahpun sam'an wa tho'atan atas apa yang diperintahkan Rasulullah Saw. Dengan mantap ia berazam untuk mendirikan jama'ah shubuh di masjid,sekalipun dirinya harus meraba-raba dengan tongkat untuk menuju sumber azan.
Keesokan harinya, tatkala fajar menjelang dan azan mulai berkumandang, Abdullah bin Ummi Maktumpun bergegas memenuhi panggilan Ilahi. Tak lama ketika ia mengayunkan kakinya beberapa langkah, tiba-tiba ia tersandung sebuah batu, badannya lalu tersungkur jatuh, dan sebagian bongkahan batu itu tepat mengenai wajahnya, dengan seketika darahpun mengalir dari wajahnya. Apakah beliau lantas menyerah..??? ternyata tidak !
Dengan cepat Abdullah kembali bangkit, sembari mengusap darah yang membasahi wajahnya, iapun dengan mantap akan kembali melanjutkan perjalanan menuju masjid. Selang beberapa saat, datang seorang sosok lelaki tak dikenal menghampirinya, kemudian lelaki itu bertanya: "A'mmu (paman) hendak pergi kemana?".
"Saya ingin memenuhi panggilan Ilahi" jawab Abdullah tenang. Lalu laki-laki asing itu menawarkan jasanya,
"Saya akan antarkan a'mmu ke masjid, lalu nanti kembali pulang ke rumah". Lelaki itupun segera menuntun Abdullah menuju rumah Allah, dan kemudian mengantarkannya kembali pulang.
Hal ini ternyata tidak hanya sekali dilakukan lelaki asing itu, tiap hari ia selalu menuntun Abdullah ke masjid dan kemudian mengantarkannya kembali ke rumah. Tentu saja Abdullah bin Ummi Maktum sangat gembira, karena ada orang yang dengan baik hati mengantarnya salat berjama'ah, bahkan tanpa mengharapkan imbalan apapun.
Hingga tibalah suatu saat, ia ingin tahu siapa nama lelaki yang selalu mengantarnya. Ia lalu menanyakan nama lelaki budiman itu. Namun spontan lelaki asing itu menjawab: "Apa yang paman inginkan dari namaku?",
"Saya ingin berdo'a kepada Allah, atas kebajikan yang selama ini engkau lakukan", jawab Abdullah. "Tidak usah" tegas lelaki itu. "Paman tidak perlu berdoa untuk meringankan penderitaanku, dan jangan sekali-kali paman menanyai namaku" tegasnya.
Abdullah terhentak dan terkejut atas jawaban lelaki itu, Iapun kemudian bersumpah atas nama Allah, meminta lelaki itu untuk tidak menemuinya lagi, sampai ia tahu betul siapa dan
mengapa ia terus memandunya menuju masjid dan tidak mengharapkan balasan apapun.
Mendengar sumpah Abdullah, laki-laki itu kemudian berpikir panjang, ia kemudian berkata: "Baiklah akan aku katakan siapa diriku sebenarnya. "Aku adalah Iblis" jawabnya. Abdullah tersentak tak percaya, "Bagaimana mungkin engkau menuntunku ke masjid, sedangkan dirimu menghalangi manusia untuk mengerjakan salat?"
Iblis itu kemudian menjawab: "Engkau masih ingat ketika dulu hendak melaksanakan salat shubuh berjama'ah, dirimu tersandung batu, lalu bongkahannya melukai wajahmu?".
"Iya, aku ingat" jawab Abdullah.
"Pada saat itu aku mendengar ucapan Malaikat, bahwasannya Allah telah mengampuni setengah dari dosamu, aku takut kalau engkau tersandung untuk kedua kali, lalu Allah menghapuskan setengah
dosamu yang lain" jelas Iblis. "Oleh karena itu aku selalu menuntunmu ke Masjid dan mengantarkanmu pulang, khawatir jika engkau kembali ceroboh lagi ketika berangkat ke Masjid"
jamaah sholat zuhur yg dirahmati Allah
Mari kita berkaca dari sosok seorang sahabat Rasulullah SAW yg walaupun memiliki kekurangan fisik tapi tidak mau menyerah dengan keadaan. Beliau tetap mentaati perintah dari Rasul untuk sholat subuh berjamaah di masjid. Bagaimana dengan kita? yg diberikan nikmat kesempurnaan fisik, sarana dan fasilitas lengkap,seperti alarm utk membangunkan kita,akses jalanan yg bagus utk melangkah menuju masjid jalanan yg terang,dsb. seharusnya kita mensyukuri nikmat tsb dengan cara menambah ketaatan kita kepada Allah dan RasulNya.
jamaah sholat zuhur yg dirahmati Allah, Sebagai penutup:
Rasulullah SAW bersabda
“Sesungguhnya shalat yang paling berat bagi orang munafik adalah shalat Isya’ dan shalat Subuh. Sekiranya mereka mengetahui apa yang terkandung di dalamnya, niscaya mereka akan mendatangi keduanya (berjamaah di masjid) sekalipun dengan merangkak” [HR. muttafaqun alaih]
kiranya cukuplah sebutan orang munafik membuat kita menjadi jera dan memotivasi kita untuk melaksanakan sholat shubuh berjamaah dengan istiqomah.
Allahu’alam bishshowab.
Subhanakallahumma wa bihamdika Asyhaduala ilaha ila Anta Astahfiruka wa Atubu ilaik.
Alhaqqu mirrabik, wal afwan minkum
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
disampaikan di Masjid Nurul Falah, Mei 2011
PT. Indonesia Power UBP Priok
Imam Ali bin Abi Thalib pernah berkata"undzur maa qoola, walaa tandzur man qoola" yg artinya: lihatlah apa yg dikatakan,dan jangan kau melihat siapa yg mengatakan. dengan mengutip perkataan beliau, saya mencoba memberikan kultum kepada para jamaah sekalian.
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Alhamdulillah.
Alhamdulillahilladzi ‘adada kholqihi wa ridho nafsihi wa zinata arsyihi wa midada kalimatih
Asyhadu ala ilaha ilallah wahdahullah syarikalah wa asyhadu anna muhammadan abduhu wa rasuluh laa nabiyya ba'da
Allahummasholli wa salim Ala sayyidina wa habibina wa syafi'ina wa maulana Muhammad wa ala alihi wa ashabihi wa anit tabi'in wa tabiut tabi'in bi ihsani ila yaumiddin.
Amma ba'du
qolallahu ta'ala fi Qur'anil Kariem:
audzubillahiminasysyithon nirrojiemm
"aqimish sholata li duluuki syamsi ila ghotsakillaili wa qur'anal fajr, inna qur'anal fajri kanaa masyhudaa."
Segala puji bagi Allah SWT Rabb semesta alam,
Puji-pujian sebanyak makhluk ciptaan-Nya, puji-pujian sebanyak keridhoanNya, puji-pujian seberat timbangan Arsy-Nya, puji-pujian sebanyak tinta untuk menulis kalimatNya.
Allah pemilik langit & bumi dan apa2 yg ada diantaranya. Yg meninggikan langit tanpa tiang,yg menegakkan gunung-gunung agar bumi tidak berguncang.
Sholawat dan salam kita haturkan kepada baginda Nabi Besar Muhammad SAW beserta para keluarga,shahabat, tabi’in ,tabiut tabiin dan umatnya yg senantiasa mengikuti ajarannya hingga yaumil akhir.
Allah SWT berfirman "dirikanlah sholat dari sesudah matahari tergelincir sampai gelap malam (dan dirikanlah pula) sholat subuh.sesungguhnya sholat subuh itu disaksikan (oleh Malaikat)"(QS.Al-Isra:78)
jamaah sholat zuhur yg dirahmati Allah.
Dari firman Allah tsb mungkin timbul pertanyaan, Kenapa hanya sholat subuh yg disaksikan malaikat?bukankah sholat yg lain dan amal perbuatan manusia tidak luput dari catatan malaikat?
jamaah sholat zuhur yg dirahmati Allah
dalamayat tersebut tidak boleh langsung ditafsirkan dgn pendekatan mafhum mukhalafah atau pendekatan terbalik.misal,kalau Allah SWT mengatakan bahwa sholat subuh disaksikan malaikat,bukan berarti sholat yg lain tidak disaksikan malaikat.
akan tetapi ada moment khusus pada waktu subuh yaitu dlm suatu hadits yg diriwayatkan oleh Imam Tirmizy,dikatakan bahwa sholat subuh itu disaksikan oleh malaikat malam dan malaikat siang.
jadi dua rombongan malaikat menjadi saksi atas sholat subuh yg dikerjakan seorang hamba.
Dalam hadits lain yg diriwayatkan oleh Imam Bukhari "keutamaan shalat berjamaah dgn sholat sendirian adalah 25 derajat,dan malaikat malam dan malaikat siang berkumpul pada saat sholat subuh".
jamaah sholat zuhur yg dirahmati Allah
keutamaan sholat subuh yg lain seperti Hadits Riwayat Imam Muslim berikut ini:
”Barang siapa yang melaksanakan shalat isya’ secara berjamaah maka ia seperti shalat malam separuh malam. Dan barang siapa melaksanakan shalat subuh secara berjamaah maka ia seperti shalat malam satu malam penuh.”.
sprti diketahui bahwa shalat malam itu adalah ibadah wajib para nabi sebelum turun perintah sholat wajib 5 waktu.
Karena sesuai janji Allah seperti di QS.Al-Israa:79,bahwa org yg mengerjakan shalat tahajud akan diangkat derajatnya ke tmpat yg terpuji.
Jamaah sholat zuhur yg dirahmati Allah,
Masih ingat dengan seorang sahabat Nabi yang tak dapat melihat? Yang karenanya Allah lalu menegur Nabi dan menurunkan surat "A'basa"? Ia adalah Abdullah bin Ummi Maktum Radiallahuanhu. Seorang sosok sahabat yang senantiasa tawadlhu dalam menunaikan kewajibannya sebagai hamba Allah.
jamaah sholat zuhur yg dirahmati Allah
Suatu ketika sahabat Nabi ini menghampiri baginda Rasulullah Saw. Ia hendak meminta izin, untuk tidak mengikuti jama'ah shubuh, karena tak ada yang menuntunnya menuju masjid. Setelah mendengar alasannya, baginda Rasulpun bertanya: "Apakah engkau mendengar adzan?", Abdullah lantas menjawab: "Tentu baginda", "Kalau begitu tidak ada keringanan untukmu", tandas Rasul.
Layaknya hamba Allah yang senantiasa istiqomah dalam menjalankan perintahNya. Abdullahpun sam'an wa tho'atan atas apa yang diperintahkan Rasulullah Saw. Dengan mantap ia berazam untuk mendirikan jama'ah shubuh di masjid,sekalipun dirinya harus meraba-raba dengan tongkat untuk menuju sumber azan.
Keesokan harinya, tatkala fajar menjelang dan azan mulai berkumandang, Abdullah bin Ummi Maktumpun bergegas memenuhi panggilan Ilahi. Tak lama ketika ia mengayunkan kakinya beberapa langkah, tiba-tiba ia tersandung sebuah batu, badannya lalu tersungkur jatuh, dan sebagian bongkahan batu itu tepat mengenai wajahnya, dengan seketika darahpun mengalir dari wajahnya. Apakah beliau lantas menyerah..??? ternyata tidak !
Dengan cepat Abdullah kembali bangkit, sembari mengusap darah yang membasahi wajahnya, iapun dengan mantap akan kembali melanjutkan perjalanan menuju masjid. Selang beberapa saat, datang seorang sosok lelaki tak dikenal menghampirinya, kemudian lelaki itu bertanya: "A'mmu (paman) hendak pergi kemana?".
"Saya ingin memenuhi panggilan Ilahi" jawab Abdullah tenang. Lalu laki-laki asing itu menawarkan jasanya,
"Saya akan antarkan a'mmu ke masjid, lalu nanti kembali pulang ke rumah". Lelaki itupun segera menuntun Abdullah menuju rumah Allah, dan kemudian mengantarkannya kembali pulang.
Hal ini ternyata tidak hanya sekali dilakukan lelaki asing itu, tiap hari ia selalu menuntun Abdullah ke masjid dan kemudian mengantarkannya kembali ke rumah. Tentu saja Abdullah bin Ummi Maktum sangat gembira, karena ada orang yang dengan baik hati mengantarnya salat berjama'ah, bahkan tanpa mengharapkan imbalan apapun.
Hingga tibalah suatu saat, ia ingin tahu siapa nama lelaki yang selalu mengantarnya. Ia lalu menanyakan nama lelaki budiman itu. Namun spontan lelaki asing itu menjawab: "Apa yang paman inginkan dari namaku?",
"Saya ingin berdo'a kepada Allah, atas kebajikan yang selama ini engkau lakukan", jawab Abdullah. "Tidak usah" tegas lelaki itu. "Paman tidak perlu berdoa untuk meringankan penderitaanku, dan jangan sekali-kali paman menanyai namaku" tegasnya.
Abdullah terhentak dan terkejut atas jawaban lelaki itu, Iapun kemudian bersumpah atas nama Allah, meminta lelaki itu untuk tidak menemuinya lagi, sampai ia tahu betul siapa dan
mengapa ia terus memandunya menuju masjid dan tidak mengharapkan balasan apapun.
Mendengar sumpah Abdullah, laki-laki itu kemudian berpikir panjang, ia kemudian berkata: "Baiklah akan aku katakan siapa diriku sebenarnya. "Aku adalah Iblis" jawabnya. Abdullah tersentak tak percaya, "Bagaimana mungkin engkau menuntunku ke masjid, sedangkan dirimu menghalangi manusia untuk mengerjakan salat?"
Iblis itu kemudian menjawab: "Engkau masih ingat ketika dulu hendak melaksanakan salat shubuh berjama'ah, dirimu tersandung batu, lalu bongkahannya melukai wajahmu?".
"Iya, aku ingat" jawab Abdullah.
"Pada saat itu aku mendengar ucapan Malaikat, bahwasannya Allah telah mengampuni setengah dari dosamu, aku takut kalau engkau tersandung untuk kedua kali, lalu Allah menghapuskan setengah
dosamu yang lain" jelas Iblis. "Oleh karena itu aku selalu menuntunmu ke Masjid dan mengantarkanmu pulang, khawatir jika engkau kembali ceroboh lagi ketika berangkat ke Masjid"
jamaah sholat zuhur yg dirahmati Allah
Mari kita berkaca dari sosok seorang sahabat Rasulullah SAW yg walaupun memiliki kekurangan fisik tapi tidak mau menyerah dengan keadaan. Beliau tetap mentaati perintah dari Rasul untuk sholat subuh berjamaah di masjid. Bagaimana dengan kita? yg diberikan nikmat kesempurnaan fisik, sarana dan fasilitas lengkap,seperti alarm utk membangunkan kita,akses jalanan yg bagus utk melangkah menuju masjid jalanan yg terang,dsb. seharusnya kita mensyukuri nikmat tsb dengan cara menambah ketaatan kita kepada Allah dan RasulNya.
jamaah sholat zuhur yg dirahmati Allah, Sebagai penutup:
Rasulullah SAW bersabda
“Sesungguhnya shalat yang paling berat bagi orang munafik adalah shalat Isya’ dan shalat Subuh. Sekiranya mereka mengetahui apa yang terkandung di dalamnya, niscaya mereka akan mendatangi keduanya (berjamaah di masjid) sekalipun dengan merangkak” [HR. muttafaqun alaih]
kiranya cukuplah sebutan orang munafik membuat kita menjadi jera dan memotivasi kita untuk melaksanakan sholat shubuh berjamaah dengan istiqomah.
Allahu’alam bishshowab.
Subhanakallahumma wa bihamdika Asyhaduala ilaha ila Anta Astahfiruka wa Atubu ilaik.
Alhaqqu mirrabik, wal afwan minkum
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
disampaikan di Masjid Nurul Falah, Mei 2011
PT. Indonesia Power UBP Priok
Langganan:
Postingan (Atom)