Minggu, 08 Mei 2011

Kultum ba'da zuhur : Keutamaan Sholat Shubuh Berjamaah

Bismillahirrahmanirrahim,

Imam Ali bin Abi Thalib pernah berkata"undzur maa qoola, walaa tandzur man qoola" yg artinya: lihatlah apa yg dikatakan,dan jangan kau melihat siapa yg mengatakan. dengan mengutip perkataan beliau, saya mencoba memberikan kultum kepada para jamaah sekalian.

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Alhamdulillah.
Alhamdulillahilladzi ‘adada kholqihi wa ridho nafsihi wa zinata arsyihi wa midada kalimatih

Asyhadu ala ilaha ilallah wahdahullah syarikalah wa asyhadu anna muhammadan abduhu wa rasuluh laa nabiyya ba'da

Allahummasholli wa salim Ala sayyidina wa habibina wa syafi'ina wa maulana Muhammad wa ala alihi wa ashabihi wa anit tabi'in wa tabiut tabi'in bi ihsani ila yaumiddin.

Amma ba'du

qolallahu ta'ala fi Qur'anil Kariem:
audzubillahiminasysyithon nirrojiemm
"aqimish sholata li duluuki syamsi ila ghotsakillaili wa qur'anal fajr, inna qur'anal fajri kanaa masyhudaa."

Segala puji bagi Allah SWT Rabb semesta alam,
Puji-pujian sebanyak makhluk ciptaan-Nya, puji-pujian sebanyak keridhoanNya, puji-pujian seberat timbangan Arsy-Nya, puji-pujian sebanyak tinta untuk menulis kalimatNya.

Allah pemilik langit & bumi dan apa2 yg ada diantaranya. Yg meninggikan langit tanpa tiang,yg menegakkan gunung-gunung agar bumi tidak berguncang.

Sholawat dan salam kita haturkan kepada baginda Nabi Besar Muhammad SAW beserta para keluarga,shahabat, tabi’in ,tabiut tabiin dan umatnya yg senantiasa mengikuti ajarannya hingga yaumil akhir.

Allah SWT berfirman "dirikanlah sholat dari sesudah matahari tergelincir sampai gelap malam (dan dirikanlah pula) sholat subuh.sesungguhnya sholat subuh itu disaksikan (oleh Malaikat)"(QS.Al-Isra:78)

jamaah sholat zuhur yg dirahmati Allah.
Dari firman Allah tsb mungkin timbul pertanyaan, Kenapa hanya sholat subuh yg disaksikan malaikat?bukankah sholat yg lain dan amal perbuatan manusia tidak luput dari catatan malaikat?

jamaah sholat zuhur yg dirahmati Allah

dalamayat tersebut tidak boleh langsung ditafsirkan dgn pendekatan mafhum mukhalafah atau pendekatan terbalik.misal,kalau Allah SWT mengatakan bahwa sholat subuh disaksikan malaikat,bukan berarti sholat yg lain tidak disaksikan malaikat.

akan tetapi ada moment khusus pada waktu subuh yaitu dlm suatu hadits yg diriwayatkan oleh Imam Tirmizy,dikatakan bahwa sholat subuh itu disaksikan oleh malaikat malam dan malaikat siang.

jadi dua rombongan malaikat menjadi saksi atas sholat subuh yg dikerjakan seorang hamba.
Dalam hadits lain yg diriwayatkan oleh Imam Bukhari "keutamaan shalat berjamaah dgn sholat sendirian adalah 25 derajat,dan malaikat malam dan malaikat siang berkumpul pada saat sholat subuh".

jamaah sholat zuhur yg dirahmati Allah

keutamaan sholat subuh yg lain seperti Hadits Riwayat Imam Muslim berikut ini:
”Barang siapa yang melaksanakan shalat isya’ secara berjamaah maka ia seperti shalat malam separuh malam. Dan barang siapa melaksanakan shalat subuh secara berjamaah maka ia seperti shalat malam satu malam penuh.”.

sprti diketahui bahwa shalat malam itu adalah ibadah wajib para nabi sebelum turun perintah sholat wajib 5 waktu.

Karena sesuai janji Allah seperti di QS.Al-Israa:79,bahwa org yg mengerjakan shalat tahajud akan diangkat derajatnya ke tmpat yg terpuji.

Jamaah sholat zuhur yg dirahmati Allah,

Masih ingat dengan seorang sahabat Nabi yang tak dapat melihat? Yang karenanya Allah lalu menegur Nabi dan menurunkan surat "A'basa"? Ia adalah Abdullah bin Ummi Maktum Radiallahuanhu. Seorang sosok sahabat yang senantiasa tawadlhu dalam menunaikan kewajibannya sebagai hamba Allah.

jamaah sholat zuhur yg dirahmati Allah

Suatu ketika sahabat Nabi ini menghampiri baginda Rasulullah Saw. Ia hendak meminta izin, untuk tidak mengikuti jama'ah shubuh, karena tak ada yang menuntunnya menuju masjid. Setelah mendengar alasannya, baginda Rasulpun bertanya: "Apakah engkau mendengar adzan?", Abdullah lantas menjawab: "Tentu baginda", "Kalau begitu tidak ada keringanan untukmu", tandas Rasul.

Layaknya hamba Allah yang senantiasa istiqomah dalam menjalankan perintahNya. Abdullahpun sam'an wa tho'atan atas apa yang diperintahkan Rasulullah Saw. Dengan mantap ia berazam untuk mendirikan jama'ah shubuh di masjid,sekalipun dirinya harus meraba-raba dengan tongkat untuk menuju sumber azan.

Keesokan harinya, tatkala fajar menjelang dan azan mulai berkumandang, Abdullah bin Ummi Maktumpun bergegas memenuhi panggilan Ilahi. Tak lama ketika ia mengayunkan kakinya beberapa langkah, tiba-tiba ia tersandung sebuah batu, badannya lalu tersungkur jatuh, dan sebagian bongkahan batu itu tepat mengenai wajahnya, dengan seketika darahpun mengalir dari wajahnya. Apakah beliau lantas menyerah..??? ternyata tidak !

Dengan cepat Abdullah kembali bangkit, sembari mengusap darah yang membasahi wajahnya, iapun dengan mantap akan kembali melanjutkan perjalanan menuju masjid. Selang beberapa saat, datang seorang sosok lelaki tak dikenal menghampirinya, kemudian lelaki itu bertanya: "A'mmu (paman) hendak pergi kemana?".
"Saya ingin memenuhi panggilan Ilahi" jawab Abdullah tenang. Lalu laki-laki asing itu menawarkan jasanya,
"Saya akan antarkan a'mmu ke masjid, lalu nanti kembali pulang ke rumah". Lelaki itupun segera menuntun Abdullah menuju rumah Allah, dan kemudian mengantarkannya kembali pulang.

Hal ini ternyata tidak hanya sekali dilakukan lelaki asing itu, tiap hari ia selalu menuntun Abdullah ke masjid dan kemudian mengantarkannya kembali ke rumah. Tentu saja Abdullah bin Ummi Maktum sangat gembira, karena ada orang yang dengan baik hati mengantarnya salat berjama'ah, bahkan tanpa mengharapkan imbalan apapun.

Hingga tibalah suatu saat, ia ingin tahu siapa nama lelaki yang selalu mengantarnya. Ia lalu menanyakan nama lelaki budiman itu. Namun spontan lelaki asing itu menjawab: "Apa yang paman inginkan dari namaku?",
"Saya ingin berdo'a kepada Allah, atas kebajikan yang selama ini engkau lakukan", jawab Abdullah. "Tidak usah" tegas lelaki itu. "Paman tidak perlu berdoa untuk meringankan penderitaanku, dan jangan sekali-kali paman menanyai namaku" tegasnya.

Abdullah terhentak dan terkejut atas jawaban lelaki itu, Iapun kemudian bersumpah atas nama Allah, meminta lelaki itu untuk tidak menemuinya lagi, sampai ia tahu betul siapa dan
mengapa ia terus memandunya menuju masjid dan tidak mengharapkan balasan apapun.
Mendengar sumpah Abdullah, laki-laki itu kemudian berpikir panjang, ia kemudian berkata: "Baiklah akan aku katakan siapa diriku sebenarnya. "Aku adalah Iblis" jawabnya. Abdullah tersentak tak percaya, "Bagaimana mungkin engkau menuntunku ke masjid, sedangkan dirimu menghalangi manusia untuk mengerjakan salat?"

Iblis itu kemudian menjawab: "Engkau masih ingat ketika dulu hendak melaksanakan salat shubuh berjama'ah, dirimu tersandung batu, lalu bongkahannya melukai wajahmu?".

"Iya, aku ingat" jawab Abdullah.
"Pada saat itu aku mendengar ucapan Malaikat, bahwasannya Allah telah mengampuni setengah dari dosamu, aku takut kalau engkau tersandung untuk kedua kali, lalu Allah menghapuskan setengah
dosamu yang lain" jelas Iblis. "Oleh karena itu aku selalu menuntunmu ke Masjid dan mengantarkanmu pulang, khawatir jika engkau kembali ceroboh lagi ketika berangkat ke Masjid"

jamaah sholat zuhur yg dirahmati Allah

Mari kita berkaca dari sosok seorang sahabat Rasulullah SAW yg walaupun memiliki kekurangan fisik tapi tidak mau menyerah dengan keadaan. Beliau tetap mentaati perintah dari Rasul untuk sholat subuh berjamaah di masjid. Bagaimana dengan kita? yg diberikan nikmat kesempurnaan fisik, sarana dan fasilitas lengkap,seperti alarm utk membangunkan kita,akses jalanan yg bagus utk melangkah menuju masjid jalanan yg terang,dsb. seharusnya kita mensyukuri nikmat tsb dengan cara menambah ketaatan kita kepada Allah dan RasulNya.

jamaah sholat zuhur yg dirahmati Allah, Sebagai penutup:

Rasulullah SAW bersabda
“Sesungguhnya shalat yang paling berat bagi orang munafik adalah shalat Isya’ dan shalat Subuh. Sekiranya mereka mengetahui apa yang terkandung di dalamnya, niscaya mereka akan mendatangi keduanya (berjamaah di masjid) sekalipun dengan merangkak” [HR. muttafaqun alaih]

kiranya cukuplah sebutan orang munafik membuat kita menjadi jera dan memotivasi kita untuk melaksanakan sholat shubuh berjamaah dengan istiqomah.

Allahu’alam bishshowab.
Subhanakallahumma wa bihamdika Asyhaduala ilaha ila Anta Astahfiruka wa Atubu ilaik.
Alhaqqu mirrabik, wal afwan minkum
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

disampaikan di Masjid Nurul Falah, Mei 2011
PT. Indonesia Power UBP Priok

2 komentar:

Aziz mengatakan...

izin copas ... makasih ilmunya :D

http://anijemmy.blogspot.com mengatakan...

Silahkan