Waktu itu hari senin tgl 23 januari 2012 cuaca cerah sekali, saya pindahan dari PMI (pondok mertua indah) di berlan matraman ke baiti jannati (Insya Allah) di jatiasih bekasi. Rumah yang di beli dari tahun 2009, selesai dibangun 2010 terus di renovasi 2011 dan baru ditempati 2012. Cukup lama juga pindahnya, karena kami (saya dan istri) sepakat nunggu anak kami udah usia sekolah (waktu itu opal 2 tahun 9 bulan) baru kita pindahan. Gak ada yang namanya syukuran, kami Cuma membagikan kue cokelat buatan istri kepada para tetangga sebagai tanda kenalan kami. Sebetulnya kami sudah cukup kenal dengan para tetangga, karena biasanya setiap sabtu-minggu kami menginap di rumah di jatiasih. Namun pemberian kue tersebut sebagai tanda peresmian kami tinggal disana…eh eh eh..maksudnya he he he..
Back to topic, dua hari setelah pindahan saya berencana buat paspor. Seharusnya sehari setelah pindahan tetapi karena masih beres2 rumah maka baru sempat hari kedua ke kantor imigrasi (kanim) Jakarta timur. Asumsinya bila saya bikin paspor tgl 24 januari maka pengambilan foto + wawancara adalah 3 (tiga) hari kemudian yaitu tgl 27 januari, jadi masih dalam tanggal cuti saya. Sebagai info saya mengambil cuti dari tanggal 24 s/d 27 januari, jadi total saya libur 9 (Sembilan hari) bila hari sabtu dan minggu dihitung.
Rabu tanggal 25 Januari, Berangkat dari rumah jam 6.30 sempet neduh sebentar karena hujan dijalan. Sampe di kanim jaktim jam 7.30 dan antrian sudah cukup panjang, kayak antrian orang mau naek TransCar di TransStudio bandung. Jam 8.00 pintu langsung dibuka orang pada jalan terburu-buru dengan harapan mendapat nomor awal, saya PD langsung keatas. Eh ternyata saya belum beli formulir (surat pernyataan) berikut stofmap khusus yang dijual koperasi di lantai bawah.
Kebayang bakal dapet nomer diatas seratus nih, eh pas balik lagi ternyata dapat nomer 56 Alhamdulillah. Ruangannya enak kok berAC dan bersih, Setelah nunggu lumayan lama akhirnya dipanggil juga. Pas dokumen saya diperiksa (fotocopy-an semua), ternyata alamat KTP dan KK saya tidak sama. Kata petugas suruh ganti KK-nya dengan yang lama, karena patokannya adalah KTP. Saya sudah jelaskan bahwa saya sudah buat KTP baru (e-KTP) walaupun belum jadi, dengan alamat sama dengan KK. Tetapi petugas tetap meminta KK harus sama alamatnya dengan KTP.
Setelah itu, petugas mengatakan bahwa akan menunggu saya sampai jam 2 siang untuk mengambil KK yg lama, dan setelah kembali tidak usah ambil nomor cukup langsung temui petugas yang mengurus tadi. Langsung saya meluncur kerumah orang tua saya di matraman untuk mengambil KK yg lama. Kemudian saya kembali sekitar jam setengah 11, Akhirnya dokumen pun selesai setelah sedikit di corat-coret dan di tipe-X, Alhamdulillah.
Saya pun di beri kertas pemberitahuan untuk kembali 3 hari kerja kemudian, berarti itu hari senin dan artinya saya akan izin telat untuk berangkat ke kantor. So far pelayanan di kanim jaktim menurut sama layak di acungi jempol…hehe..rupanya reformasi birokrasi sudah terlihat hasilnya.
Walaupun waktu saya menunggu ada juga PNS duduk di sebelah saya dari pemprov DK* (saya tahu karena ada tulisan dilengannya), dengan wajah kecut berbicara pelan “dasar anj*** semua ini” dalam hati saya bilang “parah amat coment nya padahal masih sesama PNS”…hahaha…setelah saya dengar obrolan dengan temannya, ternyata dia baru ngurus paspor hari itu dan harus jadi hari itu juga.
Hari senin tanggal 30 januari, saya datang pagi jam 6, ternyata masih sepi dan belum ada antrian. Berhubung waktu berangkat saya belum melakukan “ritual” pagi sehinga perut saya agak tidak enak. Saya pun mampir ke tempat “ritual” dahulu, setelah selesai dan berasa lega baru saya siap untuk mengantri. Ternyata sudah ada 3 orang yg antri, berarti saya jadi orang nomer 4.
Sambil iseng baca buku dan celingak-celinguk liat antrian, liat jam. Akhirnya pintu dibuka juga, karena sudah tahu saya langsung menuju ke loket 6 untuk daftar foto dengan membawa bukti kertas yang diberikan petugas waktu penyerahan dokumen. Saya dapat nomer 706, itu artinya loket 7 saya urutan nomer 6.
Nama saya pun dipanggil dan membayar biaya pembuatan paspor 200 ribu + biaya foto 55 ribu. Jadi total 255 ribu, sesuai dengan spanduk yg tertulis sehingga tidak ada pungli. Setelah membayar, saya kembali menunggu panggilan di loket 8 untuk foto. Setelah foto, scan smua Sidik jari tangan kemudian wawancara. Nah waktu wawancara harus membawa semua berkas asli, petugas sedikit bertanya mau kemana dan meminjam ktp, kk. Dan saya harus menjelaskan lagi mengenai alamat yg beda antara KK dengan ktp. Selesai kemudian tanda tangan 2 kali…dan selesai. Disuruh ambil paspor 4 hari kerja kemudian, berarti hari jum’at.
Hari Jum’at tanggal 3 Februari, setelah buat surat izin keluar kantor saya meluncur sekitar jam 10.30 ke kanim jaktim. Sampai di sana jam 11.15, langsung meluncur ke tempat pengambilan paspor yang lokasinya di belakang gedung dekat parkiran mobil para pegawai kanim. Setelah celingak-cilinguk sebentar dan memperhatikan monitor TV tentang nama orang yg paspornya sudah selesai hari itu dan dapat diambil saya menaruh kwitansi pembayaran di tempat pendaftaran ambil paspor. Hanya sekitar setengah jam nama saya pun dipanggil, disuruh men-cek nama, tempat tanggal lahir dan tanda tangan di buku tanda terima paspor…dan akhirnya selesai juga paspor saya Alhamdulillah dan tidak ada yg salah penulisannya di paspor (berhubung nama saya hanya 6 huruf).
Dokumen yang disiapkan:
1. akte lahir
2. kartu keluarga
3. KTP
4. surat nikah
5. surat sponsor dari perusahaan (bagi yang bekerja)
semuanya foto copy-an, untuk jaga-jaga boleh bawa aslinya. pada saat wawancara biasanya diperlihatkan aslinya.